Janur Kuning

by Bunga Dekorasi on April 30, 2011

Janur Kuning pernikahan

Janur Kuning

Janur berasal dari bahasa Arab  ‘ Jannah ‘, yang artinya surga: dan ‘ Nur ‘ yang artinya cahaya. Kuning diambil dari bahasa jawa ‘ ning ‘ yang berasal dari ‘ wening ‘ yang artinya suci. Simbolisasi pemakaian Janur Kuning banyak dipakai di seluruh nusantara, semenjak jaman kerajaan Mataram, terutama pada suku Bali, Jawa dan Sunda. Di Bali, Janur Kuning disebut penjor. Adapun bahan dasar pembuatan janur adalah dari daun muda jenis kelapa, enau atau tebu atau pun rumbia atau beringin atau alang-alang. Semakin lama pemakaian anyaman janur ini banyak sekali digunakan dan bisa kita lihat pada upacara – upacara keagamaan serta perkawinan; dengan peletakan di pinggir-pinggir jalan menuju rumah mempelai dan rumah mempelai itu sendiri.

Penggunaan daun – daun ini memiliki nilai filosofis, Seperti pada penggunaan daun kelapa diharapkan pada calon mempelai untuk selalu kokoh dalam menjalani bahtera rumah tangga dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan ke hadapan Maha Suci. Ada pula yang menggunakan daun beringin, yang diharapkan pada mempelai untuk menjadi ayoman dan melindungi keluarga dan masyarakatnya. Ada juga sebagian yang menggunakan alang-alang yang dikombinasikan dengan daun kawis-wis ( yang artinya sesudahnya ) dan daun maja-aja ( yang artinya jangan ): dengan memiliki arti harapan semoga tidak ada halangan apapun dalam kehidupan bahtera rumah tangga mereka selanjutnya. Ada pula sebagian yang menggunakan pohon tebu sebagai janur kuning; yang menyimbolkan harapan untuk kemanisan dan harmonisasi kehidupan rumah tangga mereka nantinya.

Kembang Mayang

Kembang Mayang

Di Jawa dan Bali, di samping pelaminan di pasang sepasang hiasan Janur Kuning dan sepasang payung, yang dikombinasikan dengan bunga rangkaian dan buah-buahan seperti pisang raja, yang disebut ‘ kembar mayang ‘: yang menyimbolkan penyatuan dua individu dalam suatu wadah rumah tangga dan saling mengayomi dan diharapkan akan memperoleh keturunan secepatnya.

Adapun pembuatan janur kuning ini, pada saat pemasangan daun-daun yang digunakan tidak boleh digunting. Dengan tekhnik suwir-suwir, yang memilki arti pada nantinya dengan nilai silaturahmi yang dijunjung tinggi ( musyawarah dan mufakat ) dalam menghadapi segala persoalan hidup akan terus ada jalan keluarnya, sebesar apapun itu masalahnya.

Sehingga Janur Kuning menjadi salah satu paket pelayanan  dalam Jasa Dekorasi Pernikahan Kami

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: